Sinergi Bukan Akuisisi, Melainkan Kolaborasi
Banyak grup usaha yang memiliki banyak unit bisnis, namun unit-unit tersebut sering kali berjalan sendiri-sendiri, hanya berbagi identitas perusahaan tanpa benar-benar berkolaborasi. TAS Group mengambil pendekatan berbeda dengan merancang kolaborasi lintas ekosistem sebagai bagian dari strategi inti, bukan sebagai efek samping dari memiliki banyak unit. Enam unit bisnis TAS Group, yaitu Tourism, Aviation, Technology, Hospitality, Travel, dan Logistics, didorong untuk saling melengkapi dalam melayani mitra, dengan setiap unit membawa keahlian spesifiknya ke dalam solusi yang lebih luas. Pendekatan ini memungkinkan TAS Group untuk menawarkan nilai yang tidak dapat ditawarkan oleh satu unit bisnis saja, sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan mitra yang membutuhkan solusi komprehensif. Hasil kolaborasi ini konsisten melampaui ekspektasi mitra, karena setiap unit berkontribusi pada solusi akhir.
Forum lintas unit menjadi wahana utama kolaborasi. TAS Group mengadakan forum rutin yang mempertemukan perwakilan dari berbagai unit bisnis untuk membahas peluang kolaborasi, berbagi pembelajaran, dan merancang inisiatif bersama. Forum dipimpin oleh koordinator lintas unit yang memastikan bahwa setiap unit memiliki suara yang setara dan bahwa keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kepentingan seluruh ekosistem. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa sinergi yang terbentuk bukan hasil dari perintah pusat, melainkan hasil dari kesadaran kolektif tentang kekuatan kolaborasi. Forum yang efektif adalah forum yang menghasilkan keputusan yang dapat dijalankan.
Proyek bersama menjadi arena di mana kolaborasi diuji. TAS Group secara aktif menidentifikasi proyek-proyek yang membutuhkan keahlian dari beberapa unit, dan menunjuk tim lintas unit untuk mengeksekusinya. Pendekatan ini memastikan bahwa keahlian dari berbagai unit benar-benar digunakan secara optimal, dan bahwa solusi yang dihasilkan benar-benar komprehensif. Misalnya, sebuah proyek MICE untuk klien korporat dapat melibatkan tim dari Travel, Hospitality, dan Logistics secara bersamaan, dengan masing-masing tim membawa keahliannya dan bekerja sebagai satu tim yang kohesif. Proyek bersama membangun kebiasaan kolaborasi yang bertahan lama setelah proyek selesai.
Forum rutin antar unit bisnis
Koordinator lintas unit memastikan keseimbangan
Proyek bersama menunjuk tim lintas unit
Keputusan mempertimbangkan kepentingan ekosistem
Kolaborasi bukan tentang berapa banyak unit yang kita miliki, melainkan tentang seberapa baik mereka bekerja sama untuk melayani mitra, ujar direktur kolaborasi TAS Group.
Pengukuran dampak kolaborasi menjadi bagian penting. TAS Group menetapkan metrik yang jelas untuk mengukur dampak kolaborasi terhadap nilai yang diciptakan untuk mitra, mulai dari peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, hingga peningkatan kepuasan mitra. Metrik dipantau secara berkala dan dilaporkan dalam rapat koordinasi sebagai dasar untuk perbaikan. Pendekatan berbasis data ini memastikan bahwa kolaborasi tidak hanya menjadi kegiatan rutin, melainkan benar-benar memberikan dampak yang terukur. Yang tidak diukur tidak dapat dikelola.
Punya tantangan yang membutuhkan keahlian dari berbagai disiplin? Diskusikan dengan tim kolaborasi TAS Group untuk merancang solusi lintas unit yang komprehensif.
Pelatihan lintas unit menjadi investasi pada kolaborasi yang lebih dalam. TAS Group merancang program pelatihan yang memungkinkan karyawan dari satu unit untuk memahami cara kerja unit lain secara mendalam. Pelatihan ini mencakup pembelajaran tentang layanan, proses, dan tantangan yang dihadapi setiap unit. Hasilnya, karyawan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran unit lain dalam ekosistem, dan kolaborasi di lapangan menjadi lebih lancar karena kesalahpahaman dapat diminimalkan. Pemahaman silang adalah perekat kolaborasi.
Inovasi dari Pertemuan Lintas Disiplin
Inovasi sering kali lahir dari pertemuan antara disiplin yang berbeda. TAS Group mendorong inovasi dengan menciptakan ruang di mana karyawan dari berbagai unit dapat bertemu, bertukar ide, dan merancang solusi baru bersama. Ruang inovasi ini dapat berupa hackathon internal, workshop kolaboratif, atau program inkubasi yang memungkinkan ide-ide dari berbagai unit diuji dan dikembangkan. Pendekatan ini menghasilkan beberapa inovasi yang kemudian diadopsi oleh unit-unit bisnis, membuktikan bahwa kolaborasi lintas unit bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang penciptaan nilai baru. Inovasi terjadi di persimpangan disiplin.
Pembagian pengetahuan menjadi tradisi yang dijaga. Setiap unit bisnis TAS Group didorong untuk mendokumentasikan pembelajaran dan praktik terbaiknya, dan membagikannya kepada unit lain melalui platform internal pengetahuan. Platform ini berfungsi sebagai perpustakaan pengetahuan yang dapat diakses oleh seluruh karyawan, sehingga setiap orang dapat belajar dari pengalaman unit lain. Pendekatan berbasis pengetahuan ini memastikan bahwa pembelajaran dari satu unit tidak hilang ketika karyawan yang memilikinya pindah atau pensiun, melainkan terawat dalam bentuk yang dapat dibagikan. Pengetahuan yang dibagikan berkembang.
Mitra yang Tumbuh Bersama Ekosistem
TAS Group melihat mitra bukan hanya sebagai pelanggan satu unit, melainkan sebagai mitra yang dapat tumbuh bersama ekosistem. Pendekatan ini memungkinkan mitra untuk memanfaatkan keahlian dari berbagai unit sesuai kebutuhan mereka, dengan satu titik kontak utama yang mengkoordinasikan pengiriman layanan. Misalnya, sebuah destinasi wisata dapat bekerja sama dengan TAS Group untuk pengembangan produk wisata (Tourism), platform promosi digital (Technology), perjalanan korporat untuk klien (Travel), dan distribusi merchandise (Logistics), semuanya dikoordinasikan oleh satu account manager. Pendekatan terkoordinasi ini menghemat waktu dan energi mitra, dan memastikan bahwa setiap aspek kerja sama ditangani oleh tim yang paling relevan.
Pada akhirnya, kolaborasi lintas ekosistem adalah tentang membangun nilai yang bertahan melampaui transaksi individual. Ketika unit-unit bisnis TAS Group bekerja sebagai satu ekosistem, hasilnya bukan sekadar penjumlahan layanan, melainkan penciptaan nilai baru yang tidak dapat diciptakan oleh satu unit saja. Nilai ini dirasakan oleh mitra, karyawan, dan pemangku kepentingan TAS Group dalam bentuk hubungan jangka panjang yang terus berkembang. Sinergi semacam ini hanya mungkin terjadi ketika ada komitmen bersama terhadap kolaborasi, dan komitmen tersebut merupakan bagian dari DNA TAS Group yang terus dipupuk dari waktu ke waktu.
